05 March 2013

dimas budi pentol

kalo kalian punya temen yang panggilan akrabnya itu PENTOL, kalian mau manggil PEN atau TOL
karena pen terlalu nanggung, aku uda terbiasa manggil TOL dari smp sampe skrg. harus hati hati sih emang kalo lg ngmg sama dia. bukan nggak pernah aku kelupaan dan akirnya kepleset pas ngobrol sama dia, kan emang panggilannya pentol..
"ulangan sejarah e angel ga tol?" aku nanya dia, soalnya kan beda kelas. "gampang wah." "kon nyontek gak?" "gak.. arek arek cerito sambil ngapalno, aku ngerungokno. trus pas ulangan iso nggarap." tanpa pikir panjang aku nyablak, "wih, cerdas kon, tol!". pentol hanya tersenyum, beberapa detik kemudian aku sadar habis ngomong apa....... ya, cuma bisa istighfar sebanyak-banyaknya. lagian Allah tau kok, aku ndak maksud ngmg begitu...
beberapa hari kemudian, pas lagi les, pentol yang neges bgt ini bikin aku pingin nggarai dia. dia ngomong apa, aku komentar terus, pokoknya sampe dia mangkel. dan aku yg lagi gabisa diem, lg banyak2nya ketawa, denger pentol ngomong ke pak frans, "waduh pak, aku salah iki!!" dengan cepat dan tanpa pikir panjang lagi aku lgsg nggarai, "hayo kon tol! hayo kon tol! hayo kon tol!" 3 kali sampe akhirnya sapi yg di sebelah pentol sadar dan menyadarkanku sambil ngakak, "astaghfirllah sab!! astaghfirllah sab!!" ........lagi lagi aku istighfar.
dari smp uda manggil tol gitu, rasanya nggak uenak kalo manggil dengan sebutan lain. sapi menyarankan mending aku manggil "dimas" aja, aman. tapi... bahkan aku nggak inget kalo nama aslinya pentol itu dimas... jadi rasanya aku kyk manggil orang ngga tak kenal--
kalo manggil pen nanggung, tol rawan kepleset, dimas apalagi. aku kudu manggil apa.... 
o ya. nama panggilan lainnya pentol ini ada lagi, nama bapaknya. yaitu... Budi.
BUD. BUD. 
........mboh tol

04 February 2013

Surat yang Tak Pernah Sampai

"....Di meja itu, kamu dikelilingi tulisan tangannya yang tersisa (kamu baru sadar betapa tidak adilnya ini semua. Kenapa harus kamu yang kebagian tugas dokumentasi dan arsip sehingga cuma kamulah yang tersiksa?).
Jangan heran kalau kamu menangis sejadi-jadinya.
Dia, yang tidak pernah menyimpan gambar rupamu, pasti tidak tahu apa rasanya menatap lekat-lekat satu sosok, membayangkan rasa sentuh dari helai rambut yang polos tanpa busa pengeras, rasa hangat uap tubuh yang kamu hafal betul temperaturnya.
Dan kamu hanya bisa berbagi kesedihan itu, ketidakrelaan itu, kelemahan itu, dengan wangi bunga yang melangu, dengan nyamuk-nyamuk yang putus asa, dengan malam yang pasrah digusur pagi, dengan detik jam dinding yang gagu karena habis daya.

*****

Sampai pada halaman kedua suratmu, kamu yakin dia akan paham, atau setidaknya setengah memahami, betapa sulitnya perpisahan yang dilakukan sendirian.
Tidak ada sepasang mata lain yang mampu meyakinkanmu bahwa ini memang sudah usai. Tidak ada kata, peluk, cium, atau langkah kaki beranjak pergi, yang mampu menjadi penanda dramatis bahwa sebuah akhir telah diputuskan bersama.
Atau sebaliknya, tidak ada sergahan yang membuatmu berubah pikiran, tidak ada kata 'jangan' yang mungkin, apabila diucapkan dan ditindakkan dengan tepat, akan membuatmu menghambur kembali dan tak mau pergi lagi. 
Kamu pun tersadar, itulah perpisahan paling sepi yang pernah kamu alami. 

*****

Ketika surat itu tiba di titiknya yang terakhir, masih akan ada sejumput kamu yang bertengger tak mau pergi dari perbatasan usai dan tidak usai. Bagian dari dirimu yang merasa paling bertanggung jawab atas semua yang sudah kalian bayarkan bersama demi mengalami perjalanan hati sedahsyat itu. Dirimu yang mini, tapi keras kepala, memilih untuk tidak ikut pergi bersama yang lain, menetap untuk terus menemani sejarah. Dan karena waktu semakin larut, tenagamu pun sudah menyurut, maka kamu akan membiarkan si kecil itu bertahan semaunya.
Mungkin, suatu saat, apabila sekelumit dirimu itu mulai kesepian dan bosan, ia akan berteriak-teriak ingin pulang. Dan kamu akan menjemputnya, lalu membiarkan sejarah membentengi dirinya dengan tembok tebal yang tak lagi bisa ditembus. Atau mungkin, ketika sebuah keajaiban mampu menguak kekeruhan ini, jadilah ia semacam mercu suar, kompas, Bintang Selatan... yang menunjukkan jalan pulang bagi hatimu untuk, akhirnya, menemuiku.

Aku, yang merasakan apa yang kau rasakan. Yang mendamba untuk mengalami. Aku, yang telah menuliskan surat-surat cinta kepadamu. Surat-surat yang tak pernah sampai."

Filosofi Kopi by Dee 

28 January 2013

ja(cob)cky

hari ini (28/01) dateng dateng eh kelasnya banjir.. rada ngarep banjirnya se perut sih biar ga jadi ulangan mat tapi kayaknya banjir segitu pun kalo ulangan mat bu sp bakalan tetep nyuruh ulangan di atas meja... atau kalo banjirnya sampe kaya kolam renang ulangannya di dalem air..... -___-
jadi pagi pagi sela mengeringkan kelas kita dan kita pindah ke perpus. di perpus anak anak pada belajar kimia sama mat nih, kan mau ulangan tuh. kebetulan pas itu sebelahku si jeki.. kita belajar kimia bersama gitu deh ;) nah setelah 06.45 kan waktunya doa, anak anak masi pada ruame gt di perpus tp jeki super khusuk... kedua tangannya bertautan dan matanya merem, asli khusuk bgt... entahlah yg khusuk begitu (apalagi jeki) malah bikin aku puengen nggarai dia... akhirnya muncullah niat busuk, aku ngeluarin hape, nyalain kamera dan milih kamera depan.. itu kamera ta taruh di bawah mukanya dan tak fotolah dia... ada yg rada jauh dan ada yg closeup. sumpah, se perpus tak tunjukin foto itu nguakak, malah sampek perutku suakit dan airmataku keluar saking ga kuatnya liat itu foto, sementara si jeki masih khusuk doa, ga sadar tak foto dan diketawain abis abisan sama anak kelas. 
no pic = hoax. nih nih ga hoax kok, tak kasih fotonya jeki gratis buat kalian semua ;)


nih foto closeup-nya ;)


gimana, gimana? ciuman gratis dari jeki ;)
berhubung itu foto di hapeku, jadi kayak aku lagi skype-an gitu. malah sama anakanak disuruh edit kasi fotoku lagi manyun. iuh.......

16 January 2013

ngaco ni

sheila on 7 itu kayak cinta pertama, terus ungu itu kayak pacar saya skrg.. walaupun sayang bgt sama ungu, tapi sheila on 7 nggak bakal bisa ilang.... 

wkakaka efek abis nntn video nouveau kmrn, entahlah ga bisa dideskripsikan, nntnnya aja cuapek, suuuuayang so7 pul. perumpamaannya abaikan aja ya, lagian skrg saya ga punya pacar :))

04 January 2013

Diandra Paramita Sastrowardoyo. dari semua artis Indonesia, dia emang yang paling nomer 1. cantik banget, independen, cerdas, anggun, aah kayaknya yang aku sebutin cuma bakal nambah nilai + buat dia ya... beauty with brain banget ini. uda gitu cantiknya Indonesia asli, super nyenengin liatnya..
aku mau share video dia pas diundang ke acara hitam putih, lagi lagi cuma nambah nilai +....