15 July 2012

Unforgettable by Winna Efendi

"Mencintai seseorang... mungkin seperti berjalan di atas es tanpa merasakan dinginnya. Lapisan esnya bisa retak kapan saja, tetapi bagai orang bodoh, kita terus melangkah maju. Terkadang, paranoia menguasai dan membuat kita mengambil beberapa langkah mundur. Cinta adalah faktor yang membuat kita membulatkan tekad dan terus maju, percaya bahwa kita tidak akan jatuh dan tenggelam, walau percaya terlihat seperti resiko terbesar yang akan pernah kita ambil.
Cinta adalah.... merasakan seluruh emosi jungkir balik dan berbaur menjadi satu. Merasa segalanya akan baik-baik saja selama berpegangan tangan dengannya. Seperti sedang bermimpi... dengan kedua mata terbuka lebar-lebar.
Tapi, perasaan-perasaan seperti itu hanyalah ilusi awal yang kemudian meluntur. Seperti doping, yang efeknya membuat ketagihan. Seperti menemukan sebuah kotak, menyukai bentuknya, tapi lalu menemukan bahwa isinya tidak sesuai yang diharapkan. Kita kecewa. Bukankah itu yang terjadi pada setiap orang? Bukankah itu penyebab banyaknya perceraian, kekerasan, kebencian?
Tidakkah cinta, pada satu titik, akan berhenti? Akan ada suatu hari di mana kamu bangun, dan perasaan itu hilang begitu saja, membuatmu bertanya-tanya... apa yang sedang kamu lakukan selama ini?"

No comments:

Post a Comment